Dokter soroti pentingnya riset ilmiah untuk transformasi kesehatan

Berita24 Dilihat
Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesian Nutrition Association dan peneliti gizi klinik, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK mengatakan riset ilmiah penting agar transformasi kesehatan dapat berjalan optimal dan efisien.

“Saat ini pemerintah sedang menggiatkan program transformasi kesehatan untuk pembangunan kesehatan di Indonesia. Pada praktiknya, program tersebut memerlukan kontribusi riset ilmiah agar transformasi dapat berjalan efisien dan optimal,” kata dokter yang terhimpun dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) itu melalui keterangan pers, Selasa.

Menurut dia, publikasi riset ilmiah yang dapat menjadi sumber informasi, pengetahuan baru, serta menjadi rujukan bagi peneliti lain sehingga dapat menciptakan berbagai inovasi.

Baca juga: Saat tubuh sehat, vitamin C hanya perlu secukupnya

Implikasi riset ilmiah juga dapat dimanfaatkan bagi institusi kesehatan, institusi pendidikan, industri, maupun asosiasi dalam mendukung upaya pemerintah mencapai cakupan kesehatan universal dimana masyarakat dapat hidup lebih produktif secara sosial dan ekonomi.

Lebih lanjut, dr. Luciana menilai kolaborasi dengan para pakar multidisiplin dan swasta dapat memberikan wawasan tentang pendapat, harapan, dan tantangan yang dihadapi karyawan tentang berbagai hal, termasuk misalnya soal menyusui.

“Temuan ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan terkait penyediaan fasilitas laktasi bagi perusahaan dan menjadi acuan manajemen perusahaan dalam mendukung karyawannya dalam program laktasi di tempat kerja,” kata dia.

Medical & Scientific Affairs Director Danone SN Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., mengungkapkan dalam melakukan berbagai riset dan publikasi ilmiah, timnya selalu berkolaborasi dengan institusi dan peneliti terbaik di Indonesia untuk memastikan praktik klinis yang baik dan aspek etik penelitian di Indonesia dapat secara maksimal diterapkan dalam setiap tahapan penelitian.

“Untuk itu, Danone SN Indonesia berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan kolaboratif dengan multi pihak untuk terus mengkaji tentang korelasi nutrisi sehat dengan metabolic imprinting, sistem pencernaan, dan kekebalan tubuh,” kata dr. Ray.

Output dari kolaborasi ini dipublikasikan di jurnal-jurnal penelitian kesehatan yang kredibel dalam bentuk manuskrip, data analisis, dan lain-lain dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi audiens yang lebih luas,” imbuhnya.

Menurut dr. Ray, keberhasilan publikasi ilmiah dari hasil penelitian dan kajian literatur Danone SN Indonesia dapat tercapai berkat kontribusi dan kompetensi tim yang diperkuat oleh SDM yang memiliki latar belakang dokter, farmasi, nutrisi, dan kesehatan masyarakat yang berpengalaman di bidang industri nutrisi dan pernah terlibat dalam berbagai program riset independen.

Beberapa studi di bidang kesehatan pencernaan seperti survei serat makanan pada anak usia 6-36 bulan, survei asupan makanan pada wanita hamil, dan inter-variabilitas instrumen pada penilaian gambar tinja dilakukan melalui kolaborasi dengan Indonesian Nutrition Association (INA) dan para pakar multidisiplin.

Baca juga: Ahli gizi bagikan lima kiat pengaturan diet untuk cegah diabetes

Baca juga: Sigi minta PAUD dorong orang tua penuhi gizi anak cegah stunting

Baca juga: Dokter: Pneumonia bisa dicegah dengan perbaiki gizi dan imunisasi

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022

source

Komentar