Awas Rusia Bangkrut Mr Putin, 94 Negara Beri Hukuman Baru

Berita20 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan Rusia untuk membayar reparasi Ukraina. Anggota Majelis Umum memberikan suara pada draf resolusi selama sesi khusus di Balai Sidang Umum di Markas Besar organisasi itu, Senin (14/11/2022) waktu setempat.

Sebanyak 94 negara dari 193 negara anggota mendukung resolusi itu. Sementara 14 negara lain menentang dan 73 negara abstain.

“Mekanisme internasional untuk reparasi atas kerusakan, kehilangan, atau cedera” yang timbul dari tindakan salah Rusia di Ukraina perlu ditetapkan,” kata resolusi tersebut dikutip dari media Moskow, RT, Selasa.

“Anggota majelis harus membuat daftar internasional yang akan mencakup klaim atau data mengenai kerusakan, kerugian, dan cedera di Ukraina yang disebabkan oleh Rusia,” tegas resolusi itu lagi.

Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia menyebut resolusi itu sebagai dokumen yang tidak penting secara hukum. Meski ia memiliki “bobot politik”.

“Penerapan resolusi semacam itu akan menimbulkan konsekuensi yang dapat menjadi bumerang bagi mereka,” katanya.

Menurutnya resolusi tersebut dimaksudkan untuk melegalkan perampasan aset Rusia yang sebelumnya dibekukan oleh negara-negara Barat. Perlu diketahui akibat serangan Rusia ke Ukraina, Amerika Serikat (AS) dan sekutu memberi berondongan sanksi ke Rusia, tak hanya individu, tapi juga aset dan menjauhkannya dari sistem keuangan global.

Perang Rusia dan Ukraina sudah terjadi sejak Februari. PBB mengonfirmasi 6.557 warga sipil tewas dan 10.074 terluka.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan jumlah korban tewas di Ukraina kemungkinan lebih tinggi karena konflik bersenjata dapat menunda laporan kematian. Sebagian besar korban sipil yang tercatat, muat CNBC International, disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan area dampak yang luas, termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem peluncuran roket ganda, serta rudal dan serangan udara.

[Gambas:Video CNBC]


(sef/sef)


source

Komentar